
Cilegon – Para pengemudi truk melancarkan protes karena kendaraannya tidak kunjung dimuat di kapal Roro untuk menyeberang dari Pelabuhan Merak (Banten) ke Bakauhuni (Lampung). Protes itu disebabkan muatanya berupa sayuran, buah-buahan dan kebutuhan pokok yang dikhawatirkan akan membusuk jika tidak segera diturunkan di tempat tujuan.
“Kalau sampai hari Senin, kami tidak juga menyeberang, sayuran ini bakal busuk. Yang punya barang rugi, kami juga akan kena damprat. Juga kami rugi. Ongkos transpor habis untuk makan dan minum selama mengantre di Merak,” kata Jahudin, pengemudi truk asal Bandung yang akan mengirimkan muatannya ke Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (28/9).
Jahudin dan kawan-kawannya sempat mendatangi Pos Polisi dan Kantor PT ASDP Merak untuk menyampaikan protes tersebut. “Tahun-tahun sebelumnya, truk yang memuat sembako, sayuran dan buah-buahan boleh menyeberang. Larangan itu menyeberang dikenakan pada truk barang lainnya. Tahun ini kok dilarang menyeberang. Lah, kalau busuk, siapa yang mau bertanggung jawab,” katanya.
Sejak H-4, truk pengangkut barang memang tidak dibolehkan untuk menyeberang. Tujuannya penyeberangan diprioritaskan bagi mobil pribadi, bus dan sepeda motor. Akibt larangan itu, puluhan truk terpaksa parkir di lahan-lahan yang disediakan PT ASDP Merak, selaku pengelola pelabuhan penyeberangan.
Imron, pengemudi truk dengan tujuan ke Jambi mengaku sudah antre sejak hari Jumat (27/9). “Kami antre, pas saya kebagian untuk menyeberang itu pada hari Sabtu, eh enggak boleh. Ini saya sudah dua hari di sini,” katanya.
Protes para pengemudi itu rupanya membuahkan hasil. Sejak Minggu sore, sekitar pukul 15.00 WIB, truk pengangkut sembako, sayuran dan buah-buah dibolehkan untuk menyeberang. Keputusan itu pun diambil setelah kepadatan sepeda motor, mobil pribadi dan bus mulai berkurang.
Puncak Mudik
Hari Sabtu dan Minggu (27-28/9), arus mudik yang menyeberang dari Pelabuhan Penyeberangan Merak melonjak luar biasa. Hari Sabtu atau H-4 tercatat jumlah penumpang mencapai 143.000 orang dan jumlah kendaraan 42.000 unit, termasuk 9.000 sepeda motor.
Sedangkan sepanjang Minggu siang (28/9) atau H-3, pemudik yang menggunakan sepeda motor benar-benar mendominasi dermaga 3 dan 4 yang dkhususkan untuk mengangkut pemudik sepeda motor. Kerumunan dan antrean sepeda motor itu mencapai1,5 Km. Tenda-tenda yang disediakan tidak lagi mencukupi, sehingga sebagian besar pemudik sepeda motor itu terjemur panas matahari.
Teratat 25 pemudik yang menggunakan sepeda motor pingsan akibat terlalu lama mengantre di tengah teriknya matahari. Para petugas medis dan polisi membantu menarik keluar pemudik yang pingsan itu dari kerumanan dan antrean. Mereka dibawa ke pos-pos medis.
"Umunya mereka kekurangan cairan dan kelelahan. Selain itu kondisi yang panas, berdebu dan asap knalpot yang ada, menjadi salah satu penyebab pinsanya puluhan pemudik itu," kata dr Fitri, petugas kesehatan di Pelabuhan Merak.
Kepala Cabang ASDP Merak, Teja Suparna mengatakan, ledakan kendaraan roda dua yang datang ke Pelabuhan Merak datanganya secera serempak. Sehingga, tenda yang disiapkan untuk menampung antrean roda dua tidak mencukupi. “Akhirnya kendaraan roda dua meluber dari jalur khusus yang telah disediakan dan memakan lahan parkir mobil,” katanya.
Menurut Teja, jumlah para pemudik yang melakukan penyeberangan akan habis pada H-3 kemarin. Sehingga, pada H-2 arus mudik yang akan melakukan penyeberangan ini tidak akan begitu banyak atau menurun dibandingkan dengan H-4 dan H-3 lebaran. “Kita akan terus berupaya untuk terus bisa mengantisipasi arus mudik ini,” kata dia.
Sementara itu, kapal roll on roll off (roro) BSP II yang melakukan perlayaran dari Pelabuhan Merak pada Sabtu (27/9) pukul 16.40 wib, lalu sempat terombang-ambing di perairan Selat Sunda selama 3 jam. KM BSP II mengalami patah kemudi yang akhirnya kesulitan untuk melakukan olah gerak untuk bersandar.
Kapal yang dirakit tahun 1971 dengan 40 Anak Buah Kapal (ABK) ini, saat terombang-ambing membawa 605 penumpang dan membawa 209 kendaraan berbagai jenis, langsung dievakuasi oleh Kapal Tug Boat milik Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon dan disandarkan di Pelabuhan Bakauheni.
Direktur Utama PT ASDP, Bambang Soerjanto mengatakan, dari informasi yang diterimaya KM BSP II bisa sandar Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 19.00 wib. “Kejadian itu masih bisa di antisipasi,” ujarnya.
Sementara itu, bus PO Berkah Jaya terbakar di km 65, Jalan Tol Jakarta-Merak. Diperkirakan kebakaran ini disebabkan konsleting listrik dalam sistem pengapian mesin. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun barang bawaan penumpang yang akan berlebaran habis terbakar.
Kebakaran yang terjadi pukul 23.00 memacetkan arus mudik dari arah Jakarta menuju Merak. Kemacetan mencapai 5 Km. Hingga pukul 01.30, kemacetan belum berhasil diatasi karena bus sulit untuk diderek akiban kendaraan derek sulit mendekati lokasi karena kemacetan kendaraan yang luar biasa. g


0 komentar:
Poskan Komentar